Tidak ada hubungan cinta, baik pernikahan maupun pacaran yang tanpa konflik. Hubungan cinta tanpa konflik hanya ada dalam dongeng anak-anak. Boleh dibilang konflik sudah menjadi bagian dari hubungan cinta. Coba Anda ingat-ingat hubungan Anda dengan pasangan Anda selama 1 bulan terakhir. Apakah Anda mengalami perselisihan dengannya sehingga si dia memasang muka masam pada Anda? ImageBesar kecilnya konflik berbeda antar pasangan. Ada pasangan yang memiliki konflik sangat besar, misalnya berkonflik gara-gara salah satu pihak selingkuh. Namun begitu, kebanyakan konflik antar pasangan sebenarnya hanyalah konflik-konflik kecil belaka. Ibarat kata, hanya kerikil yang menggelitik tapak kaki. Tidak ada akibat buruk yang ditimbulkannya, misalnya Anda telat datang menjemput pasangan Anda sehingga si dia marah pada Anda. Setelah beberapa saat, marahnya akan reda, dan semuanya akan kembali normal.
Kadangkala konflik-konflik kecil juga bisa membahayakan hubungan cinta. Misalnya jika Anda telat datang menjemput pasangan Anda sekali, si dia masih hanya marah. Tapi jika berkali-kali hal tersebut terjadi, maka boleh jadi si dia akan menyimpulkan Anda tidak menghargainya. Mula-mula si dia merajuk tidak mau bertemu. Tapi setelah minta maaf, dia dan Anda kembali berbaikan. Nah, jika Anda masih saja telat datang menjemputnya, mungkin saja si dia akan meninggalkan Anda.
Jarang ada pasangan yang berkonflik pada saat mulai membangun hubungan cinta. Semuanya terasa begitu indah. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada perselisihan. Tidak ada kemarahan. Namun seiring interaksi yang semakin erat, semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama, dan semakin banyak kegiatan yang dilakukan bersama, konflik juga akan semakin sering terjadi. Jadi, kalau Anda mengeluh sekarang sering bertengkar dengan pasangan Anda padahal pada awal pacaran/pernikahan tidak, percayalah, hal tersebut juga dialami pasangan lainnya.
Bagaimana mengatasi konflik yang niscaya datang dalam hubungan Anda? Langkah pertama agar Anda bisa mengatasi konflik yang menerpa hubungan adalah mengetahui tipe konflik yang Anda alami. Bab ini akan membantu Anda mengenalinya.
Berikut adalah 5 tipe konflik yang biasa dialami seseorang ketika menjalin hubungan cinta. Cermati masing-masing tipe konflik tersebut dan temukan tipe konflik yang sedang Anda alami atau pernah Anda alami.
Tipe 1. Konflik mendekat-menjauh
Tipe konflik ini terjadi ketika Anda menginginkan sesuatu namun sekaligus juga ingin menghindarinya. Misalnya Anda sangat marah karena pasangan Anda berselingkuh. Jadi Anda ingin menghindarinya. Anda ingin bubar dengannya. Tapi di sisi lain Anda begitu merindukan saat-saat menyenangkan bersamanya. Anda juga telah begitu banyak berkorban bagi hubungan. Lantas Anda jadi bingung, mau bubar atau terus.
Contoh paling konkret pasangan yang mengalami tipe konflik ini adalah mereka-mereka yang putus nyambung berkali-kali. Jika ada masalah mereka putus. Tapi karena masih mengingat hal-hal menyenangkan yang dilakukan berdua, maka mereka berbaikan lagi. Begitu seterusnya. Putus-sambung. Putus-sambung. Mereka stres karena tarik menarik antara keinginan untuk bubaran dan keinginan untuk terus nyambung.
Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan konflik mendekat-menjauh dalam konflik dengan pasangan
* Jika saya marah dengannya, saya selalu berpikir untuk putus dengannya. Akan tetapi saya merasa berat hati melakukannya karena dia begitu baik hati.
* Masalah ini benar-benar membuat saya terluka dan ingin berpisah dengannya. Akan tetapi dia satu-satunya yang saya kenal. Saya takut untuk memulai lagi hubungan yang baru
* Saya merasa jatuh cinta pada seorang gadis/pemuda, dan dia pun jatuh cinta pada saya. Tapi saat ini saya memiliki pasangan yang begitu mencintai saya, yang akan membuat saya sangat bersalah jika harus meninggalkannya.
Tipe 2. Konflik mendekat-mendekat
Konflik mendekat-mendekat terjadi ketika Anda memiliki dua pilihan tetapi hanya bisa memilih salah satunya. Misalnya Anda harus memilih pergi liburan bersama pasangan ke pantai atau ke gunung. Biasanya, konflik semacam ini cukup mudah untuk dipecahkan. Namun memilih bisa juga menimbulkan ketegangan.
Bayangkan ketika Anda harus memilih antara menemani pasangan Anda saat ulangtahun atau menghandiri tes wawancara kerja terakhir di sebuah perusahaan besar yang Anda impikan sejak lama. Apa yang Anda pilih? Keduanya sama-sama menarik Anda. Tapi Anda harus memilih salah satunya.
Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan konflik mendekat-mendekat dalam konflik dengan pasangan
* Saya bingung harus mendahulukan membeli rumah seperti impian pasangan saya atau memperbesar usaha saya
* Saya sangat ingin menemani pasangan saya di rumah sakit, tapi malam ini pertandingan final Piala Dunia yang saya tunggu-tunggu 4 tahun lamanya.
* Saya begitu menyukai pasangan saya, tapi saya pun sangat menyukai Hana.
Tipe 3. Konflik menjauh-menjauh
Konflik menjauh-menjauh terjadi ketika Anda memiliki beberapa pilihan tapi semua pilihan itu tidak ada yang menarik Anda. Sayangnya, hanya pilihan-pilihan itu yang tersedia. Misalnya Anda merasa tidak berbahagia dalam hubungan Anda tetapi Anda takut untuk berpisah atau pasangan selalu tidak sepakat dengan semua yang Anda lakukan, tapi jika berpisah Anda khawatir akan lebih sengsara.
Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan konflik menjauh-menjauh dalam konflik dengan pasangan
* Saya bisa putus dengannya tapi kehilangan sumber finansial saya atau saya tetap mempertahankan hubungan tetapi beresiko terus dipukuli olehnya.
* Saya datang telat tapi pasangan saya marah pada saya atau saya datang tepat waktu tapi harus bertemu orang yang tidak saya sukai.
* Saya merasa diabaikan dan tidak dihargai pasangan saya, tapi saya tidak berani berbuat apa-apa, saya takut padanya.
Tipe 4. Konflik multi mendekat –menjauh
Konflik ini terjadi ketika Anda memiliki beberapa pilihan yang menarik dan memberikan Anda sesuatu yang positif, tetapi ada juga hal negatif di dalamnya. Misalnya ada beberapa film menarik yang bisa Anda tonton malam ini. Sayangnya, besok pagi Anda harus tampil bugar menghadapi ujian.
Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan konflik multi mendekat-menjauh dalam konflik dengan pasangan
* Saya tahu jika saya kembali padanya maka semuanya akan menjadi lebih baik bagi saya. Saya bertemu anak-anak saya kembali. Saya kembali hidup nyaman. Akan tetapi saya masih sakit padanya.
* Saya ingin memberikan banyak hadiah pada pasangan saya, tapi saya khawatir nanti si dia tidak menyukai hadiah saya
* Jika saya mengajak pasangan saya jalan-jalan ke tempat-tempat nongkrong di kota ini, pasti pasangan saya akan senang sekali pun saya bisa mencari makan enak, tapi saya khawatir akan terlalu lelah untuk bisa menyelesaikan tugas saya besok pagi.
Tipe 5. Konflik menjauh –mendekat
Konflik ini Anda alami ketika sesuatu yang Anda hindari begitu menggoda karena Anda sedemikian dekat dengan hal tersebut. Anda sulit menghentikan diri Anda. Misalnya Anda benar-benar ingin menjadi seseorang yang setia pada pasangan. Akan tetapi pada saat Anda berada berdua dengan seseorang yang begitu menarik Anda dan dirinya juga sangat menginginkan Anda, apakah Anda akan berhenti dengan mudah? Sangat mungkin ada konflik besar dalam diri Anda untuk terus melanjutkan kedekatan (berselingkuh) atau berhenti.
Berikut beberapa pernyataan yang menggambarkan konflik menjauh-mendekat dalam konflik dengan pasangan.
* Saya tidak suka masakan daging kambing, tapi istri saya sangat menggemarinya dan selalu memasaknya 3 hari sekali. Sulit bagi saya menghindar untuk tidak memakannya
* Saya enggan bertemu ibu-ibu tetangga yang suka bergosip, tapi masalahnya mereka akan arisan bersama istri saya di rumah saya
* Saya ingin menghindari bertemu mantan pacar saya, tapi masalahnya dia adalah suami/istri teman baik saya.
Jumat, 03 April 2009
Tipe Konflik yang Anda Alami dengan Pasangan
Diposting oleh adel di 06.28 0 komentar
Hati-Hati, Jangan Sembarang Klik
"Senang sedih orang, ada di ujung telunjukmu"
Klik kanan dan klik kiri, itulah hal yang paling sering kita lakukan kalo lagi duduk di depan komputer (komputer yang nyala dan beroperasi maksudnya, kalo komputernya mati itu nggak masuk kategori). Kalo nggak ada mouse hidup di rasa hampa tanpa pendamping, tanpa kasih sayang, tak ada cinta, ingin mati saja perintah klik kanan dan klik kiri itupun juga nggak ada. Kalo disubtitusikan ke dalam tubuh manusia, mouse itu bagai tangan. Memang orang masih hidup kalo nggak punya tangan, tapi apa nggak tersiksa tuh, mau makan, mau minum, dan mau cebo’ bagaimana dong.
Gini sodara-sodara, sewaktu lagi asyik-asyiknya browsing di internet terkadang kita singgah pada suatu halaman yang menurut kita menarik. Apa yang membuatnya menarik dan membuat kita rela berlama-lama di dalamnya, alasannya ada banyak, di antaranya yaitu faktor tampilan.
Iklan adalah salah satunya. Gambar, bentuk, warna, tulisan, serta animasinya yang sudah dirancang sedemikian rupa itulah yang seringkali membuat suatu situs menarik dilihat. Karena saking menariknya, kita seolah-olah disihir untuk segera mengklik iklan itu. Eitsss... inilah yang saya maksudkan, jangan sembarangan kalian mengklik iklan-iklan yang ada. Satu klikmu bisa membuat seseorang jadi untung bisa pula membuat seseorang jadi rugi.
Bagaimana bisa ?
Ya bisa aja, apa sih yang nggak mungkin di dunia ini. Gini, iklan-iklan yang terpasang pada suatu situs itu adalah aset si pemilik situs itu. Namanya aja iklan, buat apa coba kita pasang iklan ? pastinya banyak alasannya, namun alasan akhir yang paling banyak yaitu untuk mendapatkan keuntungan, ujung-ujungnya juga duit.
Kalo si pemilik situs berhasil menggaet pengunjungnya untuk membeli sesuatu dari si pemasang iklan, nah dapat deh komisinya. Mengertikan. Untuk itu, sebagai netter kita harus pintar-pintar untuk memilih situs mana yang layak kita jadikan sebagai acuan untuk melakukan pembelian ke situs lainnya, ya itung-itung bantu orang lah. Kalo perkiraan kita kalo si pemilik situs itu sudah kaya, ya coba cari di situs lainnya, jangan jadikan yang kaya tetap kaya dan yang miskin tetap miskin.
Salah satu untuk mengenali iklan dalam statusnya sebagai komersil ato tidak adalah dengan cara tempatkan pointer mouse di atas iklan itu, tapi jangan mengkliknya. Selanjutnya perhatikan tulisan yang muncul di bagian bawah jendela browsermu.
Contoh iklan komersil :
http://www.-/ - - -.com/?id=123456
http://www.-/ - - -.com/welcoma.php?id=789106
http://www.-/ - - -.com/ref_pID=456789
Cara biasa untuk mengenalinya yaitu dengan melihat apakah ada barisan huruf (i) dan (d) serta tanda (=) nya di bagian akhir diikuti oleh beberapa digit angka-angka. Angka-angka itu merupakan user id si pemilik situs tempat iklan itu dipasang untuk memudahkan si pemilik iklan untuk melakukan pembayaran komisi kalo ada iklannya yang berhasil terjual di situs yang bersangkutan.
Sedang untuk mengenali iklan non komersil, itu mudah saja, yang penting nggak ada embel-embel di bagian ekornya. Sebagaian besar gitu kok, maap ye kalo ada salah.
Selain itu juga ada istilah klik fraud. Kalo yang di atas adalah tipe klik yang menguntungkan, yang ini nih yang merugikan orang. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai klik fraud klik di sini
Sumber gambar : http://www.monascoy.wordpress.com
Diposting oleh adel di 06.27 0 komentar
carilah solusi dari mimpi
Ditulis oleh psikologi-online.com
Monday, 26 January 2009
“Saat pikiran mandek, tidurlah. Otak akan bekerja sendiri menemukan solusi jitu untuk masalah Anda.” Benarkah kata-kata itu? Benarkah mimpi menawarkan sebuah solusi bagi permasalahan kita? Banyak yang meragukannya. Meskipun kata-kata di atas cukup populer dan sering didengung-dengungkan orang dari generasi ke generasi, namun belum ada data yang membuktikannya. Setidaknya sampai para peneliti dari Universitas Alberta dan Montreal memublikasikan temuannya dalam Journal of Sleep Research edisi Desember 2004.
ImagePara peneliti dari Universitas Alberta dan Universitas Montreal, Kanada, telah melakukan penelitian terhadap 470 mahasiswa psikologi untuk mencari tahu peran mimpi. Mereka menemukan bahwa kejadian-kejadian yang diingat sepanjang hari tidak hanya mempengaruhi mimpi pada malam harinya. Mereka menemukan bahwa kejadian-kejadian itu tetap mewarnai mimpi-mimpi yang terjadi 6 hingga 7 hari sesudahnya. Itu artinya, kejadian luar biasa yang terjadi dan diingat pada hari Minggu, masih mungkin untuk terus mewarnai mimpi hingga hari Sabtu berikutnya.
Mimpi yang terjadi pada malam hari kejadian dengan mimpi yang terjadi pada malam-malam sesudahnya dibandingkan oleh para peneliti. Hasilnya mengejutkan. Ternyata mimpi-mimpi yang terjadi sesudah malam kejadian lebih merefleksikan interaksi interpersonal, resolusi masalah, dan emosi positif. Itu artinya, menurut para peneliti mimpi dari dua universitas tersebut, mimpi yang tertunda itu membantu seseorang untuk mengatasi persoalan pribadinya.
Dr. Don Kuiken, Profesor Psikologi dari Universitas Alberta mengatakan, ”Temuan itu mengindikasikan bahwa ada usaha pemecahan masalah dalam mimpi-mimpi selama seminggu setelah mendapatkan permasalahannya. Mimpi itu sendiri merupakan bentuk penyembuhan.”
Sumber:
University Of Alberta (2005, January 12). Need A Solution? In Your Dreams. ScienceDaily. Dari http://www.sciencedaily.com/releases/2005/01/050111183922.htm
Diposting oleh adel di 06.25 0 komentar
cPHa yg KnJNGi BloG aDeL
situs menarik neehh
- http://finalsense.com
- http://http://ebooksuper.110mb.com
- http://kolom-tutorial.blogspot.com
- http://myglitterromance.com
- http://photobucket.com
- http://psikologi-online.com
- http://snapdrive.net
- http://www.doneeh.com
- http://www.website-hit-counters.com
- www.playfirst.com
- www.smkinformatika.sch.id
- www.stafa.info
adel nii
hahhh pngen pjang ajah

